Jadwal Sholat 2027 Jakarta dan Sekitarnya
Pada 8 Februari 2027, hari pertama Ramadan 1448 H menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, azan Maghrib di Jakarta diperkirakan berkumandang sekitar pukul…

Pada 8 Februari 2027, hari pertama Ramadan 1448 H menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, azan Maghrib di Jakarta diperkirakan berkumandang sekitar pukul 18.19 sampai 18.21 WIB. Rentang dua menit itu bukan angka Kemenag. Itu hitungan dua situs kalender, Kalenderindo dan Kalenderislam, yang sama-sama sudah memajang jadwal 2027 tetapi tidak kompak sampai ke menitnya.
Hingga 6 November 2026, redaksi belum menemukan jadwal sholat harian 2027 dari Bimas Islam Kemenag, lembaga yang jadwalnya rutin dikutip media seperti Jawa Pos. Kemenag memang sudah merilis Kalender Hijriah Indonesia 2027, tetapi itu kalender tanggal, bukan tabel jam. Pembaca yang mengetik “jadwal sholat 2027 Jakarta lengkap” pun bertemu tabel dari banyak pihak dengan keterbukaan metode yang berbeda-beda.
Untuk Subuh dan Maghrib, terutama saat Ramadan, satu-dua menit menentukan kapan sahur harus berhenti dan kapan boleh berbuka. Jadi pertanyaannya bukan hanya “jam berapa”, melainkan “siapa yang menghitung”.
Poin penting:
- Jadwal sholat harian 2027 resmi Kemenag belum ditemukan per 6 November 2026; tabel sementara dari situs pihak ketiga sudah beredar.
- Ramadan 1448 H diperkirakan mulai 8 Februari 2027, tetapi penetapan pemerintah menunggu sidang isbat.
- Kemenag memakai sudut Matahari -20 derajat untuk Subuh, Muhammadiyah -18 derajat, sehingga Subuh versi Muhammadiyah sekitar 8 menit lebih lambat.
- Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi punya jadwal sendiri dengan selisih beberapa menit.
Tabel 2027 sudah beredar, tapi siapa yang menghitungnya?
Kalenderindo menulis hari pertama Ramadan 2027 dengan imsak 04.28 dan Subuh 04.38. Kalenderislam menulis 04.29 dan 04.39. Zuhur pun berbeda, 12.09 dan 12.11. Kalenderindo menyebut memakai parameter Kemenag (Subuh -20°, Isya -18°, ihtiyat +2 menit, yakni tambahan menit pengaman), tetapi juga mencatat bahwa awal Ramadan mengacu data kurasi Kemenag 2026 dan data di luar cakupan memakai estimasi. Artinya tabel itu meniru cara hitung Kemenag, bukan salinan rilis Kemenag.
Sebagai pembanding, data Bimas Islam yang dikutip Bisnis.com mencatat Maghrib Jakarta pada 20 Februari 2026 pukul 18.18 WIB. Kalenderislam menulis angka yang sama untuk 20 Februari 2027. Cocok di satu tanggal tidak membuktikan dua jadwal identik, tetapi tabel sementara itu setidaknya tidak jauh dari pola resmi.
Berikut cuplikan imsakiyah Jakarta versi Kalenderindo, dalam WIB. Ini estimasi, bukan rilis resmi:
- 1 Ramadan (Senin, 8 Februari): imsak 04.28, Subuh 04.38, Zuhur 12.09, Asar 15.26, buka 18.19, Isya 19.31.
- 8 Ramadan (Senin, 15 Februari): imsak 04.30, Subuh 04.40, Zuhur 12.09, Asar 15.22, buka 18.18, Isya 19.29.
- 15 Ramadan (Senin, 22 Februari): imsak 04.31, Subuh 04.41, Zuhur 12.08, Asar 15.17, buka 18.16, Isya 19.27.
- 22 Ramadan (Senin, 1 Maret): imsak 04.32, Subuh 04.42, Zuhur 12.07, Asar 15.11, buka 18.14, Isya 19.24.
- 29 Ramadan (Senin, 8 Maret): imsak 04.32, Subuh 04.42, Zuhur 12.06, Asar 15.09, buka 18.11, Isya 19.21.
Kenapa Subuh bisa beda sampai delapan menit?
Biang perbedaan terbesar bukan di situs, melainkan di sudut Matahari. Kemenag memakai -20 derajat di bawah ufuk untuk Subuh. Muhammadiyah, lewat Munas Tarjih ke-31 pada 2020, menggeser kriterianya ke -18 derajat. Menurut Kompas TV, keputusan itu memundurkan Subuh sekitar 8 menit, dan sejumlah negara seperti Malaysia, Turki, dan Australia juga memakai -18 derajat.
Kemenag tidak bergeser. Pada Desember 2020, Direktur Jenderal Bimas Islam kala itu menegaskan kriteria -20 derajat masih dipakai, seperti dilaporkan NU Online.
“…sudah benar sesuai fikih dan sains.”
Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag RI (saat pernyataan disampaikan, 21 Desember 2020)
Landasannya, menurut pernyataan yang sama, adalah pengamatan fajar oleh Tim Falakiyah Kemenag di Labuan Bajo pada 2018 dan observasi peneliti Lembaga Falakiyah NU di Banyuwangi. Kriteria itu masih tercantum dalam uraian jadwal imsakiyah Ramadan 2026 di laman Universitas Negeri Surabaya.
Saya melihat ini sebagai perbedaan ijtihad dan data, bukan soal benar-salah yang bisa diputus dari luar. Kedua pihak punya kajian dan lembaga di belakangnya. Yang bisa dilakukan pembaca adalah tahu jadwal siapa yang sedang ia pakai.
Ramadan 1448 H: tanggalnya mengerucut, ketetapannya belum ada
Antara melaporkan Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1448 H pada Senin, 8 Februari 2027, dengan Ramadan 29 hari dan Idulfitri pada Selasa, 9 Maret 2027. Kalender Hijriah Indonesia 2027 terbitan Kemenag, seperti dimuat Medcom, juga memperkirakan 1 Ramadan jatuh pada 8 Februari, dengan penetapan resmi menunggu sidang isbat.
Hitungan BRIN yang dikutip Metro TV sejalan untuk awal puasa. Bedanya ada di ujung: dengan kriteria MABIMS, 1 Syawal diperkirakan jatuh pada 10 Maret 2027, sehari setelah versi KHGT. Jadi imsakiyah resmi dan tanggal Lebaran sebaiknya ditunggu dari pengumuman pemerintah, bukan dari tabel mana pun.
Bogor sampai Bekasi: selisih menit yang sering terlewat
Koordinat yang berbeda membuat tiap kota punya jadwal sendiri. Sebagai gambaran, pada 20 Februari 2026 Maghrib di Jakarta, Depok, dan Tangerang sama-sama pukul 18.18 WIB, Bekasi 18.17, sedangkan Bogor 18.22, menurut data Bimas Islam yang dirangkum Bisnis.com. Itu data 2026; selisih 2027 harus dicek ulang per kota setelah jadwal resminya terbit.
Cara memakai jadwal 2027 tanpa salah pegang
- Jadikan halaman jadwal sholat Bimas Islam sebagai acuan utama, pilih kota atau kabupaten sesuai domisili, lalu cek berkala sampai data 2027 muncul.
- Anggap tabel situs pihak ketiga sebagai gambaran sementara, apalagi bila metodenya tidak dirinci.
- Bila Anda mengikuti ormas atau masjid dengan kriteria berbeda, tanyakan jadwal mana yang dipakai takmir setempat.
- Untuk Ramadan, tunggu sidang isbat dan imsakiyah resmi sebelum mengunci rencana sahur dan buka bersama.
- Cocokkan satu hari dengan jadwal masjid terdekat sebelum memasang pengingat otomatis untuk setahun.
Ayat yang sering dirujuk soal ini, QS An-Nisa [4]: 103, menyebut sholat sebagai kewajiban yang ditentukan waktunya, sebagaimana termuat dengan tafsir ringkas Kemenag di Liputan6. QS Al-Isra [17]: 78, seperti dikutip detikHikmah, menyebut rentang sejak matahari tergelincir sampai gelap malam, serta Subuh. Karena itu menit tidak sepele bagi banyak orang. Namun kedua ayat tidak menyebut berapa derajat sudut Matahari. Di situlah ilmu falak dan ijtihad bekerja, dan lembaga yang berbeda pendapat tetap layak dihormati.
Sikap saya sederhana. Pakai tabel sementara sebagai gambaran, pakai rilis resmi sebagai pegangan, dan bersikap kritis pada situs yang menjajakan “jadwal lengkap 2027” tanpa menyebut siapa yang menghitungnya. Menit di jadwal sholat bukan angka yang pantas disalin begitu saja.
Apakah artikel ini membantu?
Jangan ketinggalan berita terbaru
Ikuti MelekInfo dan dapatkan update langsung di ponselmu.

Penulis
Muhammad Dwiki SeptiantoArtikel berikutnya
Mobil Listrik Laris Tanpa Insentif: Beli Sekarang atau Tunggu PPN DTP?

Baca juga

Haji 2027: Pelunasan Rata-rata Turun Jadi Rp23 Juta, tapi Wajib Lolos Cek Kesehatan Dulu
Daftar jemaah berhak lunas haji 2027 sudah keluar. Biaya pelunasan turun, tapi ada syarat istitaah kesehatan. Ini cara cek status dan langkah selanjutnya.
Fiki Aprian

