Haji 2027: Pelunasan Rata-rata Turun Jadi Rp23 Juta, tapi Wajib Lolos Cek Kesehatan Dulu
Daftar jemaah berhak lunas haji 2027 sudah keluar. Biaya pelunasan turun, tapi ada syarat istitaah kesehatan. Ini cara cek status dan langkah selanjutnya.

Bagi ratusan ribu calon jemaah haji, akhir Oktober 2026 membawa kabar yang ditunggu bertahun-tahun. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan daftar jemaah yang berhak melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1448 H/2027 M.
Ada kabar baik soal biaya: rata-rata uang yang harus dilunasi jemaah tahun ini justru turun. Tapi ada juga syarat baru yang wajib dipenuhi sebelum bisa membayar. Berikut yang perlu diketahui.
Poin penting:
- Biaya haji (BPIH) 2027 disepakati rata-rata Rp98,46 juta per jemaah; yang dibayar jemaah sekitar 55,5 persen.
- Rata-rata pelunasan sekitar Rp23 juta, turun lebih dari Rp3 juta dibanding tahun lalu.
- Jemaah wajib lulus pemeriksaan kesehatan (istitaah) sebelum melunasi.
- Status berhak lunas bisa dicek di situs resmi haji.go.id; jadwal pelunasan belum diumumkan.
Berapa biayanya?
Pemerintah dan DPR menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 pada 7 Oktober 2026 dengan rata-rata Rp98.466.351 per jemaah. Angka ini lebih rendah dari usulan awal pemerintah sebesar Rp107,34 juta.
Dari total itu, sekitar 55,5 persen atau Rp54,6 juta ditanggung jemaah sebagai Bipih. Sisanya, sekitar 44,5 persen, dibiayai dari nilai manfaat pengelolaan dana haji.
Karena jemaah sudah membayar setoran awal Rp25 juta, yang perlu dilunasi tinggal selisihnya. Setelah dikurangi nilai manfaat di rekening virtual masing-masing dan subsidi, menurut Kontan rata-rata pelunasan tahun ini sekitar Rp23,05 juta, turun Rp3,38 juta dibanding 2026. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebut angka sedikit berbeda, rata-rata Rp23,24 juta. Jumlah pastinya berbeda untuk tiap embarkasi, jadi cek tagihan resmi masing-masing.
Syarat baru: lulus kesehatan dulu
Ini yang paling penting untuk diperhatikan. Jemaah tidak bisa langsung membayar pelunasan. Mereka harus lebih dulu dinyatakan memenuhi syarat kesehatan atau istitaah oleh fasilitas kesehatan yang ditunjuk.
“Penetapan istithaah kesehatan merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi sebelum jemaah…”
Ian Heriyawan, Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj
Aturan ini masuk akal. Ibadah haji menuntut fisik yang kuat: berjalan jauh, cuaca panas ekstrem, dan kepadatan luar biasa. Dalam ajaran Islam, kewajiban haji memang ditujukan bagi yang mampu (istitaah), termasuk mampu secara fisik. Memastikan kesehatan sebelum berangkat adalah bentuk perlindungan bagi jemaah sendiri.
Cara mengecek dan langkah selanjutnya
- Cek status berhak lunas di haji.go.id dengan memasukkan nomor porsi.
- Daftar berhak lunas mencakup tiga kelompok: jemaah lunas tunda (yang sudah melunasi tahun lalu tapi belum berangkat), jemaah sesuai urutan kuota 2027, dan jemaah lansia yang diprioritaskan.
- Segera jalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk, sebelum jadwal pelunasan dibuka.
- Siapkan dana pelunasan. Tahun lalu pelunasan dibuka dua tahap, November–Desember lalu Januari, menurut detikHikmah. Jadwal tahun ini belum diumumkan, jadi pantau pengumuman resmi Kemenhaj.
- Setelah pelunasan tahap pertama, akan dibuka pengajuan penggabungan suami-istri, penggabungan mahram, dan pendampingan lansia, seperti dijelaskan Kantor Kemenhaj Pacitan kepada Antara.
Turun di permukaan, tetap ada pertanyaan
Turunnya biaya pelunasan tentu disambut lega. Tapi perlu dicatat, total BPIH 2027 sebenarnya naik dibanding tahun lalu. Yang membuat beban jemaah turun adalah porsi yang ditanggung dari nilai manfaat dana haji.
Nilai manfaat itu berasal dari hasil pengelolaan setoran awal seluruh jemaah, termasuk jutaan orang yang masih antre puluhan tahun. Menurut saya, di sinilah pertanyaan keadilan antargenerasi perlu terus dijaga: subsidi untuk jemaah yang berangkat hari ini jangan sampai menggerus hak jemaah yang baru akan berangkat belasan tahun lagi. Transparansi pengelolaan dana haji adalah kunci agar kepercayaan umat tetap terjaga.
Untuk saat ini, pesan bagi calon jemaah sederhana: cek status, jaga kesehatan, dan siapkan dana. Semoga dimudahkan menjadi tamu Allah.
Foto utama: Jemaah haji melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram. Foto: Adli Wahid via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0).
Apakah artikel ini membantu?
Jangan ketinggalan berita terbaru
Ikuti MelekInfo dan dapatkan update langsung di ponselmu.

Penulis
Fiki AprianArtikel berikutnya
Jatah Claude Gratis Cepat Habis? 7 Cara Memakainya Lebih Awet

Baca juga

Jadwal Sholat 2027 Jakarta dan Sekitarnya
Pada 8 Februari 2027, hari pertama Ramadan 1448 H menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, azan Maghrib di Jakarta diperkirakan berkumandang sekitar pukul…
Muhammad Dwiki Septianto

