Uji Coba Batal, Piala Asia Ditunda: Timnas Indonesia Mau Main Lawan Siapa di November?
Laga melawan Yordania dan Kuwait batal, Piala Asia mundur ke akhir 2027. Juara FIFA ASEAN Cup kini mencari rencana B untuk jeda internasional November.

Sebulan lalu, Gelora Bung Karno bergemuruh. Pada 5 Oktober 2026, Timnas Indonesia menjuarai edisi perdana FIFA ASEAN Cup setelah menaklukkan Thailand lewat adu penalti 4-2, usai bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu. Menurut Katadata, peringkat FIFA Indonesia naik ke posisi 117.
Momentum itu semestinya dilanjutkan dengan dua laga uji coba di Asia Barat pada jeda internasional 9–17 November. Kenyataannya, sepekan sebelum jeda dimulai, kalender Timnas justru kosong.
Poin penting:
- Laga uji coba melawan Yordania di Amman pada 13 November resmi dibatalkan atas permintaan PSSI.
- Rencana uji coba melawan Kuwait juga batal.
- AFC menunda Piala Asia 2027 di Arab Saudi ke 23 Desember 2027–21 Januari 2028.
- Hingga 6 November, belum ada lawan pengganti yang diumumkan.
Batal demi keselamatan
Federasi Sepak Bola Yordania mengumumkan pembatalan itu pada 5 November, menyebutnya dilakukan atas permintaan PSSI. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan alasannya adalah situasi keamanan di Timur Tengah.
“Kita memprioritaskan bagaimana keselamatan para pemain terlebih dahulu.”
Erick Thohir, Ketua Umum PSSI
Menurut CNN Indonesia, rencana laga melawan Kuwait di pertengahan November juga ikut dibatalkan. Dua lawan hilang sekaligus.
Keputusan ini sulit dibantah. Tidak ada pertandingan persahabatan yang sebanding dengan risiko keselamatan pemain. Yang patut dipertanyakan justru kenapa rencana cadangan baru dibicarakan sepekan sebelum jeda internasional dimulai.
Piala Asia mundur hampir setahun
Dua hari sebelumnya, 3 November, datang kabar yang lebih besar. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memutuskan menunda Piala Asia di Arab Saudi, yang semula dijadwalkan 7 Januari–5 Februari 2027, menjadi 23 Desember 2027–21 Januari 2028, dengan alasan keamanan. Keputusan itu masih menunggu persetujuan FIFA, dan turnamennya tetap memakai nama Piala Asia 2027.
Bagi Indonesia, ini mengubah segalanya. Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Seluruh rencana uji coba November, termasuk alasan memilih lawan dari Asia Barat agar pemain terbiasa dengan kondisi di sana, disusun untuk persiapan turnamen yang kini mundur hampir setahun.
Erick Thohir mengakuinya dengan jujur, seperti dikutip Liputan6: November ini “cukup limbung karena memang bukan lagi menjadi uji coba untuk AFC”.
Lalu, apa rencana B-nya?
Bola kini ada di tangan pelatih John Herdman. “Nanti biar Badan Tim Nasional dan Coach John berdiskusi seperti apa rencana plan B-nya,” kata Erick kepada Antara.
Menurut saya, ada dua pilihan, dan keduanya masuk akal.
Pertama, tetap bermain melawan lawan yang lebih mudah dijangkau, misalnya dari Asia Timur atau Asia Tenggara. Keuntungannya, ritme tim juara ASEAN ini tidak putus, dan poin FIFA tetap bisa dikejar. Peringkat sangat penting untuk menentukan pot undian turnamen berikutnya.
Kedua, melepas jendela November dan membiarkan pemain fokus di klub masing-masing. Dengan Piala Asia masih lebih dari setahun lagi, tidak ada urgensi memaksakan laga seadanya. Uji coba melawan lawan yang terlalu lemah juga bisa menggerus poin peringkat jika hasilnya buruk.
Yang tidak boleh terjadi adalah memilih lawan sembarangan hanya agar terlihat sibuk. Tim ini baru saja membangun kepercayaan diri sebagai juara. Uji coba seharusnya menguji, bukan sekadar mengisi jadwal.
Momentum yang harus dijaga
Sepak bola Indonesia jarang punya periode sebaik ini: gelar juara di level ASEAN, peringkat FIFA yang terus naik, dan stadion yang selalu penuh. Penundaan Piala Asia bisa dibaca sebagai kabar buruk karena momentum tertahan, tapi juga sebagai kesempatan: lebih banyak waktu untuk mematangkan tim sebelum menghadapi Jepang dan Qatar.
Pertanyaannya, apakah PSSI dan tim pelatih akan memanfaatkan waktu tambahan itu dengan rencana yang matang, atau kembali kelabakan seperti pekan ini? Jawabannya akan terlihat dari keputusan untuk jeda November, yang seharusnya diumumkan dalam beberapa hari ke depan.
Foto utama: Pemain Timnas Indonesia berbaris sebelum laga melawan China di Kualifikasi Piala Dunia, Juni 2025. Foto: BPMI Sekretariat Presiden/Muchlis Jr via Wikimedia Commons (domain publik).
Apakah artikel ini membantu?
Jangan ketinggalan berita terbaru
Ikuti MelekInfo dan dapatkan update langsung di ponselmu.

Penulis
Fiki AprianArtikel berikutnya
401 Ribu Orang Kena ISPA karena Asap Karhutla, Anak-anak Paling Rentan

Baca juga

Apa Itu Padel dan Kenapa Lapangannya Menjamur di Indonesia?
Padel kini ada di mana-mana, dari Jakarta sampai medali Asian Games 2026. Ini penjelasan aturan main, alasan viralnya, dan risikonya.
Muhammad Dwiki Septianto

