Langsung ke konten
melekinfo

Topik trending

Ketik minimal 2 huruf. Gunakan ↑ ↓ untuk memilih dan Enter untuk membuka.

Terjemahan otomatis oleh Google

Pasar

Apa Itu Padel dan Kenapa Lapangannya Menjamur di Indonesia?

Padel kini ada di mana-mana, dari Jakarta sampai medali Asian Games 2026. Ini penjelasan aturan main, alasan viralnya, dan risikonya.

Muhammad Dwiki Septianto4 menit baca
Apa Itu Padel dan Kenapa Lapangannya Menjamur di Indonesia
Apa Itu Padel dan Kenapa Lapangannya Menjamur di Indonesia.

Pada 3 Oktober 2026, ganda putri padel Indonesia, Fitriani Sabatini dan Fadona Kusumawati, naik podium Asian Games Aichi-Nagoya.

Mereka kalah di final dari pasangan Jepang, Saki Tsukamoto dan Kae Tokumoto, tetapi tetap membawa pulang perak di debut padel pada ajang itu. Satu perunggu menyusul dari Beatrice Gumulya dan Novela Putria, menurut Antara.

Medali itu datang ketika lapangan padel tumbuh sangat cepat. Berdasarkan data Growell yang dikutip Good News From Indonesia, jumlah lapangan di Indonesia naik dari 240 unit pada 2024 menjadi 947 unit pada 2025. Jadi, apa sebenarnya padel, dan kenapa orang rela berebut jam main?

Poin penting:

  • Padel dimainkan berpasangan di lapangan berdinding kaca, dengan servis dari bawah pinggang dan bola yang boleh memantul ke dinding.
  • Jumlah lapangan di Indonesia naik dari 240 (2024) menjadi 947 (2025). Angka 2026 ke atas masih proyeksi.
  • Indonesia meraih perak dan perunggu ganda putri di Asian Games 2026.
  • Pertumbuhan cepat membawa soal izin bangunan, risiko cedera, dan risiko bisnis.

Padel itu apa, dan apa bedanya dengan tenis?

Padel adalah olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash. Lapangannya sekitar 10 x 20 meter, dikelilingi dinding kaca atau pagar kawat, dan raketnya padat tanpa senar, menurut Hello Sehat.

Aturan mainnya punya ciri khas. Padel selalu dimainkan ganda. Servis dilakukan dari bawah pinggang setelah bola dipantulkan sekali ke lantai, lalu dipukul diagonal ke kotak lawan.

Setelah melewati net dan memantul sekali di sisi lawan, bola tetap hidup meski mengenai dinding kaca, sebagaimana dijelaskan Metro TV berdasarkan regulasi federasi padel internasional.

Kenapa orang gampang jatuh cinta pada padel?

Alasan pertama: dinding membuat bola sulit mati. Reli berlangsung lebih panjang daripada tenis, tulis Legawa. Halodoc juga menyebut kurva belajarnya cenderung lebih landai dibanding beberapa olahraga raket lain. Pemula bisa merasakan serunya bermain di pertemuan pertama.

Alasan kedua: pantulan dari arah tak terduga memaksa pemain melatih refleks dan koordinasi tangan-kaki, menurut Antara. Karena dimainkan berempat, padel juga jadi olahraga yang sosial. Ajak tiga teman, sewa satu lapangan, selesai.

Alasan ketiga kurang enak didengar, tapi nyata. Sebuah esai di Antara menyoroti bahwa foto memegang raket di depan dinding kaca sering lebih bercerita soal gaya hidup kelas tertentu ketimbang kesehatan.

Seberapa cepat lapangan padel bertambah?

Cepat sekali. Dari 240 unit (2024) ke 947 unit (2025), kenaikannya sekitar 435 persen dalam setahun. Proyeksi Growell untuk 2026 adalah 2.527 lapangan, lalu 4.693 pada 2027 dan 5.573 pada 2028. Ingat, itu proyeksi, bukan jumlah yang sudah berdiri.

Padel masuk Indonesia lewat Bali. Klub pertamanya, Bali Padel Academy, memiliki tujuh lapangan indoor, tulis Fortune IDN. Kini bisnis ikut bergerak.

ASICS Indonesia, misalnya, menjadikan booming padel sebagai penggerak bisnis 2026, dengan target sekitar 60 toko hingga akhir tahun.

Laporan Global Padel Report 2025, menurut Kontan, menyebut Indonesia mencatat salah satu tingkat produktivitas lapangan tertinggi di dunia.

Medali Asian Games: bukti padel bukan sekadar tren?

Banyak yang menuding padel cuma FOMO. Hasil di Nagoya membantah sebagian tudingan itu. Fitriani dan Fadona melaju lewat babak awal, perempat final, dan semifinal tanpa kehilangan set, lalu mengamankan medali sebelum final. Pelatih tim nasional, Ariant Moya Rotger, menyebut dua medali itu di luar ekspektasi.

Satu catatan: dua medali ini baru datang dari nomor ganda putri. Padel Indonesia berprestasi, tetapi pembinaannya masih awal.

Sisi lain: izin, cedera, dan gelembung bisnis

Ledakan lapangan membawa masalah. Pada 28 Agustus 2026, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan lapangan tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) tak akan diizinkan beroperasi, dikutip Antara.

“Selama lapangan padel itu tidak mendapatkan izin atau PBG, maka Pemerintah DKI Jakarta pasti tidak akan memberikan izin lebih lanjut untuk dioperasionalkan.”

Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta

Risiko bisnisnya juga ada. Di Swedia, booming padel awalnya menguntungkan lalu berujung kelebihan pasokan.

Bos sebuah grup padel Eropa menyebutnya “demam emas” dan membandingkannya dengan gelembung properti, menurut Katadata. Apakah Indonesia akan mengalami hal serupa belum bisa dipastikan.

Bagi pemain, risiko utamanya cedera. Halodoc mencatat keseleo pergelangan kaki, cedera lutut, tennis elbow, cedera bahu, dan nyeri punggung bawah sebagai yang paling mungkin terjadi.

Penyebab utamanya teknik pukulan yang salah dan peralatan yang tidak ergonomis, tulis Halodoc.

Kalau mau mencoba, ini langkah awalnya:

  • Pemanasan dulu: putar bahu, pergelangan tangan, lutut, dan pergelangan kaki.
  • Pakai sepatu olahraga raket dengan cengkeraman baik agar tidak terpeleset.
  • Belajar teknik dasar dari pelatih atau pemain berpengalaman sebelum memaksakan smash.
  • Pilih raket yang nyaman di tangan. Raket yang terlalu berat cepat melelahkan lengan.

Padel menang karena mudah dimainkan dan menyenangkan, bukan karena viral saja. Tapi olahraga yang tumbuh sekencang ini butuh fondasi yang lebih membosankan: izin yang beres, lapangan yang aman, dan pemain yang paham tubuhnya. Tanpa itu, tren cuma tinggal foto.

Bagikan artikel ini:

Jangan ketinggalan berita terbaru

Ikuti MelekInfo dan dapatkan update langsung di ponselmu.

Penulis

Muhammad Dwiki Septianto

Artikel berikutnya

Wajib Halal UMK Berlaku: Warung dan Kaki Lima Harus Apa?